Banyaknya kasus traumatic berpotensi untuk berubah menjadi penyakit mental seperti phobia, frustasi, depresi bahkan dapat pula berubah menjadi permasalahan atau penyakit fisik. Kasus ini sering saya tangani dimana klien kadang sudah bolak balik ke doter namun tak kunjung sembuh,obat apapun yang di berikan hanya meredam rasa sakit namun penyakit kian hari kian parah hal ini di sebabkan klien semkin hari semkin cemas dengan masalah emosi di tambah lagi dengan sakit yang di derita.
Kondisi trauma biasanya diawali dengan adanya kejadian atau peristiwa yang membuat seseorang menjadi stress/tertekan dan tidak dapat diatasi oleh diri sendiri. Dari banyaknya tekanan yang dirasakan oleh seseorang tersebut akhirnya berubah menjadi sebuah trauma. Beberapa orang dapat mengatasi trauma yang dimilikinya secara mandiri, namun adapula sebagian orang yang tidak dapat menangani trauma yang dimilikinya sehingga trauma menjadi semakin memburuk.
Bila kejadian traumatik tersebut belum ataupun tidak dapat ditangani secara mandiri alangkah baiknya agar segera menemui seorang hipnoterapis yang memiliki spesialisasi di bidang trauma sebelum keadaan semakin memburuk. Sangat memungkinkan orang yang memiliki trauma menjadi menarik diri dari kehidupan sosial. Trauma dapat diselesaikan dengan teknik Forgiveness Therapy, teknik ini dikenal sangat efektif untuk menyelesaikan berbagai permasalahan mental/psikologis yang dimiliki oleh manusia. Teknik ini membuat manusia menyadari pentingnya memiliki hati yang bersih dan baik, tanpa menyimpan dendam ataupun emosi negatif lainnya di dalam diri. Forgiveness Therapy juga mengajarkan manusia untuk dapat mengampuni kesalahan orang lain dan juga diri sendiri.
Dalam melakukan forgiveness therapy terdapat tiga bagian yaitu : meminta maaf kepada orang lain, memberikan maaf kepada orang lain serta meminta & memberikan maaf untuk diri sendiri. Selain itu ada beberapa hal yang ditekankan dalam proses forgiveness therapy ini diantaranya :
- Memaafkan bukan berarti menyukai pihak yang telah berbuat salah.
- Memaafkan adalah untuk kebaikan diri sendiri, bukan orang lain.
- Memaafkan adalah urusan diri sendiri dengan batin, bukan untuk disampaikan kepada orang lain.
- Memaafkan bukan berarti mengijinkan peristiwa tersebut terulang kembali.
- Memaafkan ditujukan untuk memiliki emosi yang netral yang berarti dengan mengingat suatu peristiwa atau kejadian tidak muncul emosi negatif.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar