Selasa, 20 November 2012

MENUMBUHKAN KEDISIPLINAN PADA ANAK


Sebagai seorang pendidik sekaligus terapis saya sering menjadi tempat curhat bagi orang tua terutama ber kenaan dengan permasalahan anak.dimana selama ini  ,orang tua sering berkeluh kesah berkaitan dengan prilaku anaknya yang  tidak disiplin kecanduan game,nakal,bodoh  dan sederetan sebutan – sebutan yang sebenarnya tidak di harapkan.


Beberapa bulan yang lalu ada orang tua datang bersama anaknya dan langsung berbicara saya ingin anak saya di terapi,pada saat itu saya langsung  melihat wajah  anaknya  yang gelisah sekaligus malu,pada saat itu saya langsung mengalihkan pembicaraan kepada ibu itu dengan topic yang lain,karna tentunya anak tersebut sangat tidak nyaman jika di bicarakan berkaitan prilakukanya  seperti itu.
Singkat cerita akhirnya melalui telpon saya membuat janji kepada orang tua tersebut 2 hari berikutnya tanpa sepengentahuan anak , sebelum bertemu dengan anaknya secara langsung saya minta kepada orang tua untuk berbincang terlebih dahulu tentunya agar pertemuan saya sebagai terapis dan seorang anak lebih akrab dan terbuka.
Setelah diambil kesimpulan dari perbincanyangan saya dengan orang tua tersebut, berharap anaknya bisa disiplin dan mandiri,tentunya proses di siplin tidak tumbuh dengan sendirinya karna ini adalah masalah pembiasaan yang di lakukan secara berunlang – ulang hal ini perlu pelatihan dan keteladanan dari orang tua.

Terkadang orang tua sering sekali memaksa anaknya berprilaku disiplin tetapi tidak memberikan keteladanan disiplin yang seperti apa,sehingga yang terjadi seoarang anak justru akan merasa bingung.
orangtua melarang anak main game tapi tidak memberikan solusi apa yang harus dilakukan anak kalau tidak main game. Apakah boleh anak main game? Tentu boleh. Gunakan game sebagai hadiah. Saat anak sudah selesai mengerjakan tugasnya, ijinkan anak main game. Orangtua perlu tahu game yang dimain oleh anak. Pastikan game ini bukan game yang ada unsur kekerasan seperti menembak, memukul, menusuk, menendang, membunuh, dan sejenisnya.

Hal lain yang sangat penting adalah kedua orangtua  perlu aktif mengisi tangki cinta melalui interaksi bermakna. Hal ini sangat penting dilakukan karena dari pengalaman saya selama ini masalah anak, khususnya yang berhubungan dengan disiplin dan motivasi, seringkali bersumber dari tangki cinta anak kosong.
Setelah pertemuan dengan orang tuanya beberapa hari kemudian saya ketemu dengan anaknya,salah satunya dia memilik masalah kecanduan game dan malas belajar ,sebenarnya dia juga ingin rajin belajar tetapi rasanya sangat berat,saya ajak di ngobrol lalu dia mau di terapi
Selama ini orang tuanya hanya menyuruh,akhirnya sayapun ngobrol dengan orang tuanya untuk bekerjasama menumbuhkan kedisiplinan anaknya dan salah satu keinginan anak tersebut adalah merasa di perhatikan orang tuanya,
agar kebutuhan untuk di perhatikan terpenuhi saat itu saya minta kepada  orang tua anak tersebut  meluangkan waktu untuk menemani anak belajr selama 2 minggu berturut – turut ,dengan waktu yang telah di tentukan pada saat itu anak di biasakan belajar jam 19.30 sampai jam 21.00 Wib dengan di damping orang tua,ternyata setelah itu anak tanpa di suruh mulai memiliki kedisiplinan untuk belajar pada jam yang sama walupun tak perlu di dampingi oleh orang tuanya dengan tetap adanya komunikasi yang bermakna  dan anak tersebutpun sampai sekarang merasa menikmati kebiasaan baru tersebut karna hal itu sudah jadi kebiasaan barunya yang lebih positif.

Cara paling baik untuk menumbuh kembangkan kedisiplinan dalam diri anak adalah dengan orangtua memberi contoh atau teladan.berikan anak aturan yang jelas sekaligus keteladanan itu adalah salah satu untuk menumbuhkan kedisiplinan yang baik untuk anak.
Jaim Wong - Trainer - Trapist Dosen Pengembangan Diri di LP3I



Tidak ada komentar:

Posting Komentar