Sebagai
seorang pendidik sekaligus terapis saya sering menjadi tempat curhat bagi orang
tua terutama ber kenaan dengan permasalahan anak.dimana selama ini ,orang tua sering berkeluh kesah berkaitan
dengan prilaku anaknya yang tidak
disiplin kecanduan game,nakal,bodoh dan
sederetan sebutan – sebutan yang sebenarnya tidak di harapkan.
Beberapa
bulan yang lalu ada orang tua datang bersama anaknya dan langsung berbicara
saya ingin anak saya di terapi,pada saat itu saya langsung melihat wajah anaknya yang gelisah sekaligus malu,pada saat itu saya
langsung mengalihkan pembicaraan kepada ibu itu dengan topic yang lain,karna
tentunya anak tersebut sangat tidak nyaman jika di bicarakan berkaitan
prilakukanya seperti itu.
Singkat
cerita akhirnya melalui telpon saya membuat janji kepada orang tua tersebut 2
hari berikutnya tanpa sepengentahuan anak , sebelum bertemu dengan anaknya
secara langsung saya minta kepada orang tua untuk berbincang terlebih dahulu
tentunya agar pertemuan saya sebagai terapis dan seorang anak lebih akrab dan
terbuka.
Setelah
diambil kesimpulan dari perbincanyangan saya dengan orang tua tersebut,
berharap anaknya bisa disiplin dan mandiri,tentunya proses di siplin tidak
tumbuh dengan sendirinya karna ini adalah masalah pembiasaan yang di lakukan
secara berunlang – ulang hal ini perlu pelatihan dan keteladanan dari orang
tua.
Terkadang
orang tua sering sekali memaksa anaknya berprilaku disiplin tetapi tidak
memberikan keteladanan disiplin yang seperti apa,sehingga yang terjadi seoarang
anak justru akan merasa bingung.
orangtua melarang anak
main game tapi tidak memberikan solusi apa yang harus dilakukan anak kalau
tidak main game. Apakah boleh anak main game? Tentu boleh. Gunakan game sebagai
hadiah. Saat anak sudah selesai mengerjakan tugasnya, ijinkan anak main game.
Orangtua perlu tahu game yang dimain oleh anak. Pastikan game ini bukan game
yang ada unsur kekerasan seperti menembak, memukul, menusuk, menendang,
membunuh, dan sejenisnya.
Hal lain yang sangat penting
adalah kedua orangtua perlu aktif
mengisi tangki cinta melalui interaksi bermakna. Hal ini sangat penting
dilakukan karena dari pengalaman saya selama ini masalah anak, khususnya yang
berhubungan dengan disiplin dan motivasi, seringkali bersumber dari tangki
cinta anak kosong.
Setelah pertemuan dengan
orang tuanya beberapa hari kemudian saya ketemu dengan anaknya,salah satunya
dia memilik masalah kecanduan game dan malas belajar ,sebenarnya dia juga ingin
rajin belajar tetapi rasanya sangat berat,saya ajak di ngobrol lalu dia mau di
terapi
Selama ini orang tuanya
hanya menyuruh,akhirnya sayapun ngobrol dengan orang tuanya untuk bekerjasama
menumbuhkan kedisiplinan anaknya dan salah satu keinginan anak tersebut adalah
merasa di perhatikan orang tuanya,
agar kebutuhan untuk di
perhatikan terpenuhi saat itu saya minta kepada orang tua anak tersebut meluangkan waktu untuk menemani anak belajr
selama 2 minggu berturut – turut ,dengan waktu yang telah di tentukan pada saat
itu anak di biasakan belajar jam 19.30 sampai jam 21.00 Wib dengan di damping orang
tua,ternyata setelah itu anak tanpa di suruh mulai memiliki kedisiplinan untuk
belajar pada jam yang sama walupun tak perlu di dampingi oleh orang tuanya
dengan tetap adanya komunikasi yang bermakna dan anak tersebutpun sampai sekarang merasa
menikmati kebiasaan baru tersebut karna hal itu sudah jadi kebiasaan barunya
yang lebih positif.
Cara paling baik untuk
menumbuh kembangkan kedisiplinan dalam diri anak adalah dengan orangtua memberi
contoh atau teladan.berikan anak aturan yang jelas sekaligus keteladanan itu
adalah salah satu untuk menumbuhkan kedisiplinan yang baik untuk anak.
Jaim Wong - Trainer - Trapist Dosen Pengembangan Diri di LP3I
Jaim Wong - Trainer - Trapist Dosen Pengembangan Diri di LP3I

Tidak ada komentar:
Posting Komentar